Di kala kesendirian, kadang aku berfikir..
suatu saat kita semua pasti merasakan apa itu yg dinamakan "mati"
entah kapan tak ada yg tau
semua hanyalah misteri Illahi
Kadang aku berfikir, suatu saat kematian pun
pasti akan mendatangi orang tuaku..
namun, aku selalu merenung kapan saat itu tiba??
Dan aku selalu berharap semoga waktu itu bisa diperpanjang lagi..
diperpanjang, entah sampai kapan
agar orang2 yang aku sayang,
selalu ada di sampingku.. di sisiku.. di sekitarku..
amiinn..
SmaLL Part Of Me
Hidup Penuh Warna,, q(^_^)p
Selasa, 26 Oktober 2010
Kamis, 19 Agustus 2010
PRETTY BOY
I lie awake at night
See things in black and white
I've only got you inside my mind
You know you have made me blind
I lie awake and pray
That you will look my way
I have all this longing in my heart
I knew it right from the start
Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever love no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too
Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you
I used to write your name
And put it in a frame
And sometime I think I hear you call
Right from my bedroom wall
You stay a little while
And touch me with your smile
And what can I say to make you mine
To reach out for you in time
Oh pretty boy
Say you love me too
See things in black and white
I've only got you inside my mind
You know you have made me blind
I lie awake and pray
That you will look my way
I have all this longing in my heart
I knew it right from the start
Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever love no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too
Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you
I used to write your name
And put it in a frame
And sometime I think I hear you call
Right from my bedroom wall
You stay a little while
And touch me with your smile
And what can I say to make you mine
To reach out for you in time
Oh pretty boy
Say you love me too
Rabu, 30 Juni 2010
Ampuni Aku,, Maavkan Aku Ya Allah.. T.T
Di sela-sela kesendirianku, di sela-sela termenungku, kadang aku berfikir..
Apakah semua kejadian yang aku lalui di kehidupan ini sudah benar2 ditulis sebagai qodarku ???
Apakah semua orang-orang yang aku temui di dunia ini dari aku lahir sampai detik ini juga sudah merupakan dari jalan takdirku ???
Apakah semua dosa-dosa yang aku lakukan sampai detik ini juga sudah digariskan sebagai jalan cerita hidupku ???
Hatiku kecilku bertanya-tanya, benakku menduga-duga, otakku mulai berputar untuk berfikir seiring dengan pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan yang aku ingin sekali menemukan jawabannya.
Namun sebuah ayat Al-Qur’an atau nasihat (insyaAllah) yang aku dengar, jika qodar dan takdir manusia itu bisa dirubah dengan doa dari manusia itu sendiri,,
Kadang aku berfikir kenapa aku masih saja melakukan dosa ??? Apakah di dalam takdirku itu juga sudah dituliskan jika aku pada umur sekian, tahun sekian, etc akan melakukan sebuah dosa seperti bla... bla.. bla.. bla ??
Apakah aku yang salah ataukah setan yang sangat berjasa mampu membuat manusia begitu mudahnya terjebak dalam perangkapnya ??
Apapun itu yang jelas Allah sudah sangat jelas memerintahkan kepada hamba-Nya di dalam Al-Qur’an agar manusia menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya..
Aku berusaha mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku dan hasilnya yang membuat aku sangat menyesal adalah jawaban dari seorang yang selalu menjadi tempatku berkeluh kesah atas setiap masalahku..
Dia mengatakan “yang jelas semua kembali kepada manusia itu sendiri, karena manusia dibekali pikiran dan hawa nafsu.. Jadi dosa-dosa itu adalah hawa nafsu manusia yang tak bisa terbendung untuk tidak melanggar perintah Allah”
Hatiku tersentak seketika mendengar jawaban darinya. Astgfirullah,,, berarti selama ini tak lain dan tak bukan akulah yang paling berperan dalam menjalani semua jalan cerita ini, bukan pihak-pihak lain yang menjadi faktor utama dalam dosa yang ku perbuat.
Ya Allah,, maavkan aku.. aku tak bermaksud menjadi hamba-Mu yang durhaka, aku tak berniat mengkhianati-Mu.
Saat dengan mudahnya aku melakukan dosa itu, sejujurnya ada pertentangan batin di hati dan benak ini. Ada sebuah dilema besar yang bergejolak dalam hati kecilku.
Namun apa daya,, hawa nafsuku yang tak salah itu berperan lebih dominan daripada hawa nafsuku yang benar. Dan akhirnya terjadilah aku membuat begitu banyak catatan dosa yang mungkin tak terhingga semenjak aku menginjak baligh sampai detik ini..
Saat ini, setelah begitu banyaknya cobaan, atau mungkin lebih tepatnya peringatan dari-Muyang aku rasa cukup perih dan membuatku begitu terluka aku mulai mengerti.. aku harus segera mengambil tindakan untuk segera memohon ampun dan meminta maav pada-Mu ya Allah.
Yeaa.. menulis dosa-dosa itu di selembar surat tobat dengan beberapa kesadaran agar tidak mengulani kesalahan dan menyesal dengan semuanya,,
Ya Allah,, aku sudah mengakui semua dosaku di selembar surat itu dengan disaksikan oleh wakil-Mu yang menjadi imamku di dunia ini. InsyaAllah aku akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aku yakin semua yang aku lalui, semua orang-orang yang pernah aku temui di dunia ini adalah tidak semuanya salah. Pasti ada sisi positif dari masing-masing orang itu, dari semuanya ini yang harusnya aku mampu menjadikannya sebagai hikmah dan pelajaran dari sepenggal perjalanan hidupku.
Ya Allah.. aku sangat butuh bimbingan-Mu, sertai setiap langkahku agar aku senantiasa selalu dalam jalan-Mu. Selalu dalam perlindungan-Mu Ya Allah..
Aku mohon jangan tinggalkan aku, karena sesungguhnya aku bukan siapa-siapa, dan aku bukan apa-apa tanpa kuasa dari-Mu Ya Allah..
Permohonan dan permintaanku semoga termasuk doa yang Kau dengarkan dan kabulkan dari tak terhingganya doa dari hamba-Mu yang lainnya Ya Allah.. Amiiieeennn
Apakah semua kejadian yang aku lalui di kehidupan ini sudah benar2 ditulis sebagai qodarku ???
Apakah semua orang-orang yang aku temui di dunia ini dari aku lahir sampai detik ini juga sudah merupakan dari jalan takdirku ???
Apakah semua dosa-dosa yang aku lakukan sampai detik ini juga sudah digariskan sebagai jalan cerita hidupku ???
Hatiku kecilku bertanya-tanya, benakku menduga-duga, otakku mulai berputar untuk berfikir seiring dengan pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan yang aku ingin sekali menemukan jawabannya.
Namun sebuah ayat Al-Qur’an atau nasihat (insyaAllah) yang aku dengar, jika qodar dan takdir manusia itu bisa dirubah dengan doa dari manusia itu sendiri,,
Kadang aku berfikir kenapa aku masih saja melakukan dosa ??? Apakah di dalam takdirku itu juga sudah dituliskan jika aku pada umur sekian, tahun sekian, etc akan melakukan sebuah dosa seperti bla... bla.. bla.. bla ??
Apakah aku yang salah ataukah setan yang sangat berjasa mampu membuat manusia begitu mudahnya terjebak dalam perangkapnya ??
Apapun itu yang jelas Allah sudah sangat jelas memerintahkan kepada hamba-Nya di dalam Al-Qur’an agar manusia menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya..
Aku berusaha mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku dan hasilnya yang membuat aku sangat menyesal adalah jawaban dari seorang yang selalu menjadi tempatku berkeluh kesah atas setiap masalahku..
Dia mengatakan “yang jelas semua kembali kepada manusia itu sendiri, karena manusia dibekali pikiran dan hawa nafsu.. Jadi dosa-dosa itu adalah hawa nafsu manusia yang tak bisa terbendung untuk tidak melanggar perintah Allah”
Hatiku tersentak seketika mendengar jawaban darinya. Astgfirullah,,, berarti selama ini tak lain dan tak bukan akulah yang paling berperan dalam menjalani semua jalan cerita ini, bukan pihak-pihak lain yang menjadi faktor utama dalam dosa yang ku perbuat.
Ya Allah,, maavkan aku.. aku tak bermaksud menjadi hamba-Mu yang durhaka, aku tak berniat mengkhianati-Mu.
Saat dengan mudahnya aku melakukan dosa itu, sejujurnya ada pertentangan batin di hati dan benak ini. Ada sebuah dilema besar yang bergejolak dalam hati kecilku.
Namun apa daya,, hawa nafsuku yang tak salah itu berperan lebih dominan daripada hawa nafsuku yang benar. Dan akhirnya terjadilah aku membuat begitu banyak catatan dosa yang mungkin tak terhingga semenjak aku menginjak baligh sampai detik ini..
Saat ini, setelah begitu banyaknya cobaan, atau mungkin lebih tepatnya peringatan dari-Muyang aku rasa cukup perih dan membuatku begitu terluka aku mulai mengerti.. aku harus segera mengambil tindakan untuk segera memohon ampun dan meminta maav pada-Mu ya Allah.
Yeaa.. menulis dosa-dosa itu di selembar surat tobat dengan beberapa kesadaran agar tidak mengulani kesalahan dan menyesal dengan semuanya,,
Ya Allah,, aku sudah mengakui semua dosaku di selembar surat itu dengan disaksikan oleh wakil-Mu yang menjadi imamku di dunia ini. InsyaAllah aku akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aku yakin semua yang aku lalui, semua orang-orang yang pernah aku temui di dunia ini adalah tidak semuanya salah. Pasti ada sisi positif dari masing-masing orang itu, dari semuanya ini yang harusnya aku mampu menjadikannya sebagai hikmah dan pelajaran dari sepenggal perjalanan hidupku.
Ya Allah.. aku sangat butuh bimbingan-Mu, sertai setiap langkahku agar aku senantiasa selalu dalam jalan-Mu. Selalu dalam perlindungan-Mu Ya Allah..
Aku mohon jangan tinggalkan aku, karena sesungguhnya aku bukan siapa-siapa, dan aku bukan apa-apa tanpa kuasa dari-Mu Ya Allah..
Permohonan dan permintaanku semoga termasuk doa yang Kau dengarkan dan kabulkan dari tak terhingganya doa dari hamba-Mu yang lainnya Ya Allah.. Amiiieeennn
Selasa, 22 Juni 2010
Tergores Luka Ini
Waktu terus berputar setelah perpisahan itu.. Semua pun kembali seperti saat aku belum memiliki seorang lelaki,, belum memiliki seorang kekasih hati.
Namun rasa ini tak bisa dibohongi bahwa tak semudah itu menghapus jejak dirinya di hati ini, tak segampang itu meremove dia ke recycle bin dan mendelete dia selamanya dari recyccle bin hati ini..
Semua kenangan manis, semua moment bahagia bersamanya sering menghantui pikiran ini..
Namun aku harus belajar menerima kenyataan, belajar mengikhlaskan, belajar untuk memiliki hati yang luar biasa sabar. Aku harus bersikap profesional dengan jalan cerita cinta ini. Terpaksa ataupun tidak aku harus mampu bangkit dari cobaan ini.
Namun seketika hatiku merintih, hatiku menangis ketika melihat kemesraan KAU dengan DIA, DIA dan DIA (yang pernah ada di hatimu bahkan mungkin yang hingga sekarang KAU masih menjalin sebuah ikatan dengannya) di jejaring pertemanan itu. Lama kelamaan dari hari ke hari rasanya KAU dan DIA semakin mesra, semakin terbuai dengan kisah asmara kalian.
Aku tak mengingkari jika hatiku perih melihat aktivitas KAU dan DIA (yang menjadi pendampingmu sekarang) di jejaring pertemanan itu. KAU dan DIA menunjukkan kemesraaan sebagaimana kemesraan dua sedjoli yang sedang di mabuk asmara.
Oohh Tuhan.. hatiku sakit sekali, perih, bahkan aku tak sanggup jika harus tetap mengetahui aktiviatas mereka. Rasanya bagaikan luka yang sudah hampir kering namun tergores kembali sehingga menimbulkan luka baru yang lebih perih.
Sudah ku belajar, memantapkan hati ini agar dapat menerima kenyataan sehari-hari tanpa dirinya, tanpa perhatian darinya, tanpa message dan telfon darinya, tanpa semua darinnya yang dulu selau menemaniku. Aku harus menyadari keadaanku yang sekarang.
“Nia.. kamu harus bangkit,, kamu harus berdiri dalam tidurmu yang berbalutkan air mata kepedihan itu..
Yakini,, bahwa berarti dia bukanlah lelaki yang baik yang Allah tunjukkan untukmu, yakini dia tak mampu menjadi imam yang baik jika kamu berkeluarga kelak.. !!
Dia mungkin tercipta bukanlah untukku..
Hidupmu masih panjang girl, gunakan semua waktumu dengan baik daripada hanya sekedar memikirkan lelaki itu..
Okeeeeyy.. mulai hidup baru, lembaran baru, semangat baru… !!
Chayyooooo !! Cimangat ! Cimangat ! Cimangaaaatttt !! ^o^
Namun rasa ini tak bisa dibohongi bahwa tak semudah itu menghapus jejak dirinya di hati ini, tak segampang itu meremove dia ke recycle bin dan mendelete dia selamanya dari recyccle bin hati ini..
Semua kenangan manis, semua moment bahagia bersamanya sering menghantui pikiran ini..
Namun aku harus belajar menerima kenyataan, belajar mengikhlaskan, belajar untuk memiliki hati yang luar biasa sabar. Aku harus bersikap profesional dengan jalan cerita cinta ini. Terpaksa ataupun tidak aku harus mampu bangkit dari cobaan ini.
Namun seketika hatiku merintih, hatiku menangis ketika melihat kemesraan KAU dengan DIA, DIA dan DIA (yang pernah ada di hatimu bahkan mungkin yang hingga sekarang KAU masih menjalin sebuah ikatan dengannya) di jejaring pertemanan itu. Lama kelamaan dari hari ke hari rasanya KAU dan DIA semakin mesra, semakin terbuai dengan kisah asmara kalian.
Aku tak mengingkari jika hatiku perih melihat aktivitas KAU dan DIA (yang menjadi pendampingmu sekarang) di jejaring pertemanan itu. KAU dan DIA menunjukkan kemesraaan sebagaimana kemesraan dua sedjoli yang sedang di mabuk asmara.
Oohh Tuhan.. hatiku sakit sekali, perih, bahkan aku tak sanggup jika harus tetap mengetahui aktiviatas mereka. Rasanya bagaikan luka yang sudah hampir kering namun tergores kembali sehingga menimbulkan luka baru yang lebih perih.
Sudah ku belajar, memantapkan hati ini agar dapat menerima kenyataan sehari-hari tanpa dirinya, tanpa perhatian darinya, tanpa message dan telfon darinya, tanpa semua darinnya yang dulu selau menemaniku. Aku harus menyadari keadaanku yang sekarang.
“Nia.. kamu harus bangkit,, kamu harus berdiri dalam tidurmu yang berbalutkan air mata kepedihan itu..
Yakini,, bahwa berarti dia bukanlah lelaki yang baik yang Allah tunjukkan untukmu, yakini dia tak mampu menjadi imam yang baik jika kamu berkeluarga kelak.. !!
Dia mungkin tercipta bukanlah untukku..
Hidupmu masih panjang girl, gunakan semua waktumu dengan baik daripada hanya sekedar memikirkan lelaki itu..
Okeeeeyy.. mulai hidup baru, lembaran baru, semangat baru… !!
Chayyooooo !! Cimangat ! Cimangat ! Cimangaaaatttt !! ^o^
Rabu, 09 Juni 2010
Sebuah pesan dari teman ke teman
Belajar bersyukur meski tak cukup,
Belajar ikhlas meski tak rela ..
Belajar taat meski berat,
Belajar memahami meski tak sehati..
Belajar bersabar meski terbebani,
Belajar setia meski tergoda ..
Belajar dan terus belajar,
dengan keyakinan setegar karang ..
Tapi sudah menjadi kodrat hati,
seperti air laut,
bergelombang pasang surut,
dan sering terbawa arus ..
Maka dari itulah kita tetap harus belajar,
belajar untuk tetap berada di jalan yang benar ..
BELAJAR MENJADI LEBIH BAIK .
PASTI BISA !! amiieenn ^.^
Belajar ikhlas meski tak rela ..
Belajar taat meski berat,
Belajar memahami meski tak sehati..
Belajar bersabar meski terbebani,
Belajar setia meski tergoda ..
Belajar dan terus belajar,
dengan keyakinan setegar karang ..
Tapi sudah menjadi kodrat hati,
seperti air laut,
bergelombang pasang surut,
dan sering terbawa arus ..
Maka dari itulah kita tetap harus belajar,
belajar untuk tetap berada di jalan yang benar ..
BELAJAR MENJADI LEBIH BAIK .
PASTI BISA !! amiieenn ^.^
Kamis, 03 Juni 2010
GejoLak Hati
Gak tau kenapa..
Apa ada yang salah dengan diriku ini ???
Apa aku tak pantas mndapatkan cinta yg tulus ??
Cinta yang tak dibumbui dengan kebohongan belaka ?
Aku sadar aku tak sesempurna dia, dia, dan dia yang dia idamkan..
Tak sedikit kekurangan yang ada di diriku..
Kata d’masive “Ku akui ku terlahir tak seperti dia” rasanya pas bgt
Detik berganti menit,
Menit berganti jam,
Jam berganti hari,
Hari berganti bulan.
Dan akhirnya sampai saat ini aku nulis coretan2 yg tak berarti ..
Walopun aku ngrasa uda hampir berhasil 100%,
untuk mengubur semua kenangan itu, kebahagiaan saat itu ..
Namun…
Di dalam kesendirianku yang suda mulai untuk gak menoleh ke belakang lagi,
Kadang semua kenangan itu TibaTiba muncul di otakku ..
Karena tak mudah ku rasa melupakan dan memusnahkan,
semua itu nyaris tanpa sisa di benak, hati, otak dan pikiran ini ..
AKU SUDA BISA !! AKU SUDA BISA !!
Tapi kenapa masi saja terkadang menghantui lagi ?? aaaaarrrrghhh !!
WAKE UP… WAKE UP… Come On Girl…
Mungkin aku memang wanita terbodoh,
yang masi bisa2nya mikirin kenangan manis yg terasa pahit sekarang ini,,
yeeaa BODOH !!! pantas sekali aku menyandang gelar itu..
hhaha .. BODOH !!
RasaRasanya luka ini tergores kembali saat teringat pengkhianatan itu,
Saat melihat kemesraan dan aktivitas KAU dan DIA di jejaring pertemanan itu,,
Sakiiiiiiiittttt.. Sakiiiiiiittt.. Sakiiiitt yang menyayat dan menusuk hati..
Kesetiaan yang berbuah perih,, air susu berbalas air tuba..
YA RABB,, jika aku tau rasa sakitnya sampai sebegitu sakitnya seperti ini,
Mungkin dulu aku gak memilih untuk merasakan indahnya jatuh cinta..
Tak ada yang perlu disesali, semuanya telah terjadi..
Sekarang yang harus dilakukan adalah menata hari esok,
Menata hidup ini agar lebih baik dan bermakna ..
YA RABB,, terimakasi atas segala anugerah-MU yang telah KAU beri untukku,
Walopun hanya sekejap kurasa bahagia,
Terasa begitu cepat kurasakan indahnya..
Terimakasi atas the best love story yang KAU rancang untukku ..
Aku hanya ingin berada di jalan-MU yang benar,
Aku tak pernah melupakan-MU,
Tapi dulu mungkin aku pernah lengah akan perintah-MU,
YA RABB,, aku suda berusaha untuk mendekatkan diri pada-MU,
Melaksanakan semua perintah-MU semata-mata hanya untuk,
mengharapkan ridho dari-MU..
Maka aku mohon YA ALLAH.. bantulah aku,
agar menjadi wanita yang kuat dan tegar dalam,
menghadapi semua cobaan-MU
bantu lah aku..
untuk menjadi seperti yang KAU perintahkan dalam kitabmu ..
dalam AL-Qur’an MU..
Amiiiieeennn .. ^^
Apa ada yang salah dengan diriku ini ???
Apa aku tak pantas mndapatkan cinta yg tulus ??
Cinta yang tak dibumbui dengan kebohongan belaka ?
Aku sadar aku tak sesempurna dia, dia, dan dia yang dia idamkan..
Tak sedikit kekurangan yang ada di diriku..
Kata d’masive “Ku akui ku terlahir tak seperti dia” rasanya pas bgt
Detik berganti menit,
Menit berganti jam,
Jam berganti hari,
Hari berganti bulan.
Dan akhirnya sampai saat ini aku nulis coretan2 yg tak berarti ..
Walopun aku ngrasa uda hampir berhasil 100%,
untuk mengubur semua kenangan itu, kebahagiaan saat itu ..
Namun…
Di dalam kesendirianku yang suda mulai untuk gak menoleh ke belakang lagi,
Kadang semua kenangan itu TibaTiba muncul di otakku ..
Karena tak mudah ku rasa melupakan dan memusnahkan,
semua itu nyaris tanpa sisa di benak, hati, otak dan pikiran ini ..
AKU SUDA BISA !! AKU SUDA BISA !!
Tapi kenapa masi saja terkadang menghantui lagi ?? aaaaarrrrghhh !!
WAKE UP… WAKE UP… Come On Girl…
Mungkin aku memang wanita terbodoh,
yang masi bisa2nya mikirin kenangan manis yg terasa pahit sekarang ini,,
yeeaa BODOH !!! pantas sekali aku menyandang gelar itu..
hhaha .. BODOH !!
RasaRasanya luka ini tergores kembali saat teringat pengkhianatan itu,
Saat melihat kemesraan dan aktivitas KAU dan DIA di jejaring pertemanan itu,,
Sakiiiiiiiittttt.. Sakiiiiiiittt.. Sakiiiitt yang menyayat dan menusuk hati..
Kesetiaan yang berbuah perih,, air susu berbalas air tuba..
YA RABB,, jika aku tau rasa sakitnya sampai sebegitu sakitnya seperti ini,
Mungkin dulu aku gak memilih untuk merasakan indahnya jatuh cinta..
Tak ada yang perlu disesali, semuanya telah terjadi..
Sekarang yang harus dilakukan adalah menata hari esok,
Menata hidup ini agar lebih baik dan bermakna ..
YA RABB,, terimakasi atas segala anugerah-MU yang telah KAU beri untukku,
Walopun hanya sekejap kurasa bahagia,
Terasa begitu cepat kurasakan indahnya..
Terimakasi atas the best love story yang KAU rancang untukku ..
Aku hanya ingin berada di jalan-MU yang benar,
Aku tak pernah melupakan-MU,
Tapi dulu mungkin aku pernah lengah akan perintah-MU,
YA RABB,, aku suda berusaha untuk mendekatkan diri pada-MU,
Melaksanakan semua perintah-MU semata-mata hanya untuk,
mengharapkan ridho dari-MU..
Maka aku mohon YA ALLAH.. bantulah aku,
agar menjadi wanita yang kuat dan tegar dalam,
menghadapi semua cobaan-MU
bantu lah aku..
untuk menjadi seperti yang KAU perintahkan dalam kitabmu ..
dalam AL-Qur’an MU..
Amiiiieeennn .. ^^
Senin, 31 Mei 2010
Kesalahan, Karma ataukah Kutukan ????
Begitu bahagia rasanya saat dia menjadi priaku, menjadi seorang yang senantiasa setia menjagaku, menyayangiku, melindungiku, memanjakanku, mengingatkanku, etc di setiap hari-hariku..
Waktu demi waktu, moment demi moment rasanya tak mampu melukiskan betapa bahagianya aku memilikinya walopun kadang aku dan dia tak sejalan. Kadang terjadi perbedaan paham diantara aku dan dia, terjadi perdebatan bahkan mungkin pertengakaran sengit dalam menjalani hubungan ini.
Kadang merasa marah, sebel, BeTe, kesel, jengkel, bosen dengan sosoknya.
Namun itu semua tak sedikitpun mengurangi rasa sayangku terhadapnya, bahkan dari hari ke hari aku makin menyayanginya.
Ku akui aku sangat mencintainya, aku begitu menyayanginya..
Aku tak memahami mengapa baru kali ini aku begitu besar di karuniai rasa sayang terhadap seorang pria sebegitu gilanya menurutku..
Hingga aku tak lagi menomer satukan gengsiku di depan makhluk yang berwujud pria, aku tak sempat memperdulikan rasa malu, sebuah ke-Jaim-anku, ato apalah yang sejenisnya.
Aku begitu takut kehilangannnya, aku begitu terlarut dan terbuai dalam cinta yang ditawarkan olehnya. Walaupun sebenarnya dia bukanlah pria setampan Miroslav Klose, sekeren Robert Pattinson. Namun aku sangat menyayanginya dan rasa sayangku itu tulus..
Aku selalu ingin bisa menyenangkan hatinya, melakukan semua yang bisa kulakukan untuk membantu kesulitannya, ingin memberikan surprise-surprise kecil namun berarti baginya, dia menjadi motivatorku untuk melakukan sesuatu yang selama ini aku begitu enggan mendekati kegiatan itu (memasak,, yaa masak.. hhee ) aku ingin bisa memberi masakanku tiap hari untuknya (yaaahh, walopun mungkin rasanya ga seenak masakan si Farah Queen, hhii ^^) namun karenanya aku begitu bersemangat melakukan kegiatan itu, selalu ingin melewatkan moment-moment penting berdua dengannya, travelling dengannya, kuliner dengannya, selalu bersama dengannya, selalu ada di hatinya, selalu ada di sampingnya.. semua.. semua.. semua.. asal dengannya..
Semua berjalan begitu berkesan, dengan berbagai rintangan.. Namun aku dan dia masih bisa mengatasi rintangan di hubungan ini. Dan tak terasa 1 tahun sudah aku melewati hari-hari indah bersamanya. Yapzz,, 4 Februari 2010 menjadi Happy Anniversary namun tak se happy saat 4 Februari 2009 silam.
Selama 2 bulan setelah anniversary hubungan ini, aku mulai curiga dengan sikapnya, aku mencium bau-bau ketidak jujuran dari aura wajah dan gelagatnya.
Hari itu rasanya hidupku tak berwarna, rasanya gelap seketika. Aku tak begitu habis pikir dia mampu memperlakukanku seperti ini, melukaiku, menghancurkan semua yang aku rancang, yang aku berharap lebih dengan hubungan ini. Semua yang lama dijalin bersama musnah sekejap saja dalam hitungan menit. T.T
Aku tak kuasa rasanya menahan beratnya cobaan ini. Aku tak kuat menopang beban di hati ini untuk tetap tersenyum di depan orang-orang di sekelilingku. Tangisan dan air mata rasanya tak cukup membendung rsa sakit dan sedihku ini. Sudah seperti kisah di sinetron stripping saja, sudah seperti reality show orang ketiga atau termehek-mehek saja skenario cerita cinta ini.
Salah apa sihh aku denganmu sampai kamu begitu tega mengkhianati aku ?? melukai bahkan menghancurkan hatiku sedemikian sakitnya ??
Mungkin memang aku dan dia tak ditakdirkan bersama, tak ditakdirkan berjodoh..
Walaupun semua ini berat, pasti aku tak semudah itu menghapus semua pengorbananmu untukku, semua kasih sayangmu, canda tawa yang kau hadirkan di hidupku, semua dan semuanya yang mampu membuatku begitu bahagia memilikimu, bangga karena aku merasa memiliki pria yang terbaik dalam hidupku saat itu..
Kini tak ada lagi kisah antara dua sedjoli, antara sepasang sipit yang memadu kasih, menjalin kasih sayang..
Semuanya begitu membekas di hati dan tak semudah itu luntur terkikis waktu..
Terima kasih.. Ajzkk sayangkuw, sipitkuw (mungkin ini terakhir kali aku mengetikkan panggilan itu untukmu)
Waktu demi waktu, moment demi moment rasanya tak mampu melukiskan betapa bahagianya aku memilikinya walopun kadang aku dan dia tak sejalan. Kadang terjadi perbedaan paham diantara aku dan dia, terjadi perdebatan bahkan mungkin pertengakaran sengit dalam menjalani hubungan ini.
Kadang merasa marah, sebel, BeTe, kesel, jengkel, bosen dengan sosoknya.
Namun itu semua tak sedikitpun mengurangi rasa sayangku terhadapnya, bahkan dari hari ke hari aku makin menyayanginya.
Ku akui aku sangat mencintainya, aku begitu menyayanginya..
Aku tak memahami mengapa baru kali ini aku begitu besar di karuniai rasa sayang terhadap seorang pria sebegitu gilanya menurutku..
Hingga aku tak lagi menomer satukan gengsiku di depan makhluk yang berwujud pria, aku tak sempat memperdulikan rasa malu, sebuah ke-Jaim-anku, ato apalah yang sejenisnya.
Aku begitu takut kehilangannnya, aku begitu terlarut dan terbuai dalam cinta yang ditawarkan olehnya. Walaupun sebenarnya dia bukanlah pria setampan Miroslav Klose, sekeren Robert Pattinson. Namun aku sangat menyayanginya dan rasa sayangku itu tulus..
Aku selalu ingin bisa menyenangkan hatinya, melakukan semua yang bisa kulakukan untuk membantu kesulitannya, ingin memberikan surprise-surprise kecil namun berarti baginya, dia menjadi motivatorku untuk melakukan sesuatu yang selama ini aku begitu enggan mendekati kegiatan itu (memasak,, yaa masak.. hhee ) aku ingin bisa memberi masakanku tiap hari untuknya (yaaahh, walopun mungkin rasanya ga seenak masakan si Farah Queen, hhii ^^) namun karenanya aku begitu bersemangat melakukan kegiatan itu, selalu ingin melewatkan moment-moment penting berdua dengannya, travelling dengannya, kuliner dengannya, selalu bersama dengannya, selalu ada di hatinya, selalu ada di sampingnya.. semua.. semua.. semua.. asal dengannya..
Semua berjalan begitu berkesan, dengan berbagai rintangan.. Namun aku dan dia masih bisa mengatasi rintangan di hubungan ini. Dan tak terasa 1 tahun sudah aku melewati hari-hari indah bersamanya. Yapzz,, 4 Februari 2010 menjadi Happy Anniversary namun tak se happy saat 4 Februari 2009 silam.
Selama 2 bulan setelah anniversary hubungan ini, aku mulai curiga dengan sikapnya, aku mencium bau-bau ketidak jujuran dari aura wajah dan gelagatnya.
Hari itu rasanya hidupku tak berwarna, rasanya gelap seketika. Aku tak begitu habis pikir dia mampu memperlakukanku seperti ini, melukaiku, menghancurkan semua yang aku rancang, yang aku berharap lebih dengan hubungan ini. Semua yang lama dijalin bersama musnah sekejap saja dalam hitungan menit. T.T
Aku tak kuasa rasanya menahan beratnya cobaan ini. Aku tak kuat menopang beban di hati ini untuk tetap tersenyum di depan orang-orang di sekelilingku. Tangisan dan air mata rasanya tak cukup membendung rsa sakit dan sedihku ini. Sudah seperti kisah di sinetron stripping saja, sudah seperti reality show orang ketiga atau termehek-mehek saja skenario cerita cinta ini.
Salah apa sihh aku denganmu sampai kamu begitu tega mengkhianati aku ?? melukai bahkan menghancurkan hatiku sedemikian sakitnya ??
Mungkin memang aku dan dia tak ditakdirkan bersama, tak ditakdirkan berjodoh..
Walaupun semua ini berat, pasti aku tak semudah itu menghapus semua pengorbananmu untukku, semua kasih sayangmu, canda tawa yang kau hadirkan di hidupku, semua dan semuanya yang mampu membuatku begitu bahagia memilikimu, bangga karena aku merasa memiliki pria yang terbaik dalam hidupku saat itu..
Kini tak ada lagi kisah antara dua sedjoli, antara sepasang sipit yang memadu kasih, menjalin kasih sayang..
Semuanya begitu membekas di hati dan tak semudah itu luntur terkikis waktu..
Terima kasih.. Ajzkk sayangkuw, sipitkuw (mungkin ini terakhir kali aku mengetikkan panggilan itu untukmu)
Langganan:
Komentar (Atom)