Di sela-sela kesendirianku, di sela-sela termenungku, kadang aku berfikir..
Apakah semua kejadian yang aku lalui di kehidupan ini sudah benar2 ditulis sebagai qodarku ???
Apakah semua orang-orang yang aku temui di dunia ini dari aku lahir sampai detik ini juga sudah merupakan dari jalan takdirku ???
Apakah semua dosa-dosa yang aku lakukan sampai detik ini juga sudah digariskan sebagai jalan cerita hidupku ???
Hatiku kecilku bertanya-tanya, benakku menduga-duga, otakku mulai berputar untuk berfikir seiring dengan pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan yang aku ingin sekali menemukan jawabannya.
Namun sebuah ayat Al-Qur’an atau nasihat (insyaAllah) yang aku dengar, jika qodar dan takdir manusia itu bisa dirubah dengan doa dari manusia itu sendiri,,
Kadang aku berfikir kenapa aku masih saja melakukan dosa ??? Apakah di dalam takdirku itu juga sudah dituliskan jika aku pada umur sekian, tahun sekian, etc akan melakukan sebuah dosa seperti bla... bla.. bla.. bla ??
Apakah aku yang salah ataukah setan yang sangat berjasa mampu membuat manusia begitu mudahnya terjebak dalam perangkapnya ??
Apapun itu yang jelas Allah sudah sangat jelas memerintahkan kepada hamba-Nya di dalam Al-Qur’an agar manusia menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya..
Aku berusaha mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku dan hasilnya yang membuat aku sangat menyesal adalah jawaban dari seorang yang selalu menjadi tempatku berkeluh kesah atas setiap masalahku..
Dia mengatakan “yang jelas semua kembali kepada manusia itu sendiri, karena manusia dibekali pikiran dan hawa nafsu.. Jadi dosa-dosa itu adalah hawa nafsu manusia yang tak bisa terbendung untuk tidak melanggar perintah Allah”
Hatiku tersentak seketika mendengar jawaban darinya. Astgfirullah,,, berarti selama ini tak lain dan tak bukan akulah yang paling berperan dalam menjalani semua jalan cerita ini, bukan pihak-pihak lain yang menjadi faktor utama dalam dosa yang ku perbuat.
Ya Allah,, maavkan aku.. aku tak bermaksud menjadi hamba-Mu yang durhaka, aku tak berniat mengkhianati-Mu.
Saat dengan mudahnya aku melakukan dosa itu, sejujurnya ada pertentangan batin di hati dan benak ini. Ada sebuah dilema besar yang bergejolak dalam hati kecilku.
Namun apa daya,, hawa nafsuku yang tak salah itu berperan lebih dominan daripada hawa nafsuku yang benar. Dan akhirnya terjadilah aku membuat begitu banyak catatan dosa yang mungkin tak terhingga semenjak aku menginjak baligh sampai detik ini..
Saat ini, setelah begitu banyaknya cobaan, atau mungkin lebih tepatnya peringatan dari-Muyang aku rasa cukup perih dan membuatku begitu terluka aku mulai mengerti.. aku harus segera mengambil tindakan untuk segera memohon ampun dan meminta maav pada-Mu ya Allah.
Yeaa.. menulis dosa-dosa itu di selembar surat tobat dengan beberapa kesadaran agar tidak mengulani kesalahan dan menyesal dengan semuanya,,
Ya Allah,, aku sudah mengakui semua dosaku di selembar surat itu dengan disaksikan oleh wakil-Mu yang menjadi imamku di dunia ini. InsyaAllah aku akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aku yakin semua yang aku lalui, semua orang-orang yang pernah aku temui di dunia ini adalah tidak semuanya salah. Pasti ada sisi positif dari masing-masing orang itu, dari semuanya ini yang harusnya aku mampu menjadikannya sebagai hikmah dan pelajaran dari sepenggal perjalanan hidupku.
Ya Allah.. aku sangat butuh bimbingan-Mu, sertai setiap langkahku agar aku senantiasa selalu dalam jalan-Mu. Selalu dalam perlindungan-Mu Ya Allah..
Aku mohon jangan tinggalkan aku, karena sesungguhnya aku bukan siapa-siapa, dan aku bukan apa-apa tanpa kuasa dari-Mu Ya Allah..
Permohonan dan permintaanku semoga termasuk doa yang Kau dengarkan dan kabulkan dari tak terhingganya doa dari hamba-Mu yang lainnya Ya Allah.. Amiiieeennn
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTidak ada seorang manusia pun di muka bumi ini yang sempurna. Manusia adalah tempat salah dan dosa. Lupa dan khilaf sudah menjadi sesuatu yang lumrah yang akan menimpa setiap insan.
BalasHapusKalau kita mau menghitung, sudah berapa banyak dosa-dosa dan kesalahan yang kita lakukan hari ini, belum lagi hari kemarin, lusa, dan seterusnya. Bukan tidak mungkin kita terjerumus ke dalam perbuatan dosa-dosa besar yang tanpa kita sadari pula. Waspadalah3x. Semoga Alloh senantiasa melindungi kita.
Demikianlah keadaan manusia, Alloh banyak menyebutkan di dalam Al Qur’an tentang keadaan manusia yang serba kurang. Diantaranya firman Alloh di bwh ini:
.....وَخُلِقَ ٱلۡإِنسَـٰنُ ضَعِيفً۬ا .....
“Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah.” (An Nisa’(4): 28)
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَـظَلُوْمٌ كَفَّارٌ
"Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Ibrahim(14): 34)
Demikian pula Rasulullah menegaskan tentang kelemahan dan kekurangan anak cucu Adam ini. Dari sahabat Anas bin Malik , bahwa Rasulullah bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam (manusia) pasti sering berbuat kesalahan “Dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang mau bertaubat.” (H.R. Ibnu Majah).
*semoga dgn banyaknya dosa dan kesalahan yg ada bisa menjadikan cambuk bagi kita utk segera bangkit dan meneruskan kehidupan ini menjadi lebih baik lagi. memang perubahan itu membutuhkan pengorbanan dan proses yang panjang? tapi bila kita punya tekat dan kemauan yang kuat untuk berubah? Alloh pasti akan membantu kita. Karena ciri2 hamba Alloh yang di sayang adalah mrk yang selalu diberi cobaan? termasuk nia... utk itu tetapLah sabar, tetapLah semangat, jangan putus asa, jangan menyerah, ikhlaskan hati utk meraih ridho dan ampunan-NYa.
Nb: pada Hakekatnya dalam kehidupan ini tidak ada yang namanya kegagalan krn kegagalan ada sebuah proses bagi kita untuk meraih kesuksesan yang tertunda.
-alhmdlh jz killahu khoiro-
*dari someone yang selalu peduli & menyayangimu seperti layaknya kakak dgn adiknya?Hmmm..
ajzkk maz.. semuanya akan sangat berguna bagi aku untuk belajar menjadi yg lebih baik lagi..
BalasHapusamieeenn ^^,
amiinn... -semangat-
BalasHapus